Tanya Jawab Tentang BAKAT

Tanya: Apakah bakat itu ada?

Jawab: Ya, bakat itu ada.

Tanya: Bagaimana cara mengenalinya?

Jawab: Ada tiga cara untuk mengenali bakat, yakni dengan: (1) METODA EKSPLORASI, dengan cara coba-coba, learning by doing, experiences, mengeksplorasi pengalaman. (2) METODA OBSERVASI, dengan diteliti dan dicermati, dan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu (angket psikologi, wawancara psikologi, psikotest). (3) METODA DETEKSI Fingerprint Test DMI, yakni dengan memindai kesepuluh sidikjari tangan kanan dan tangan kiri. Silahkan bebas mau pilih yang mana.

Tanya: Ada yang berpendapat bahwa bakat itu tidak ada?

Jawab: Hidup itu pilihan, setiap orang bebas dan merdeka untuk menentukan setiap pilihan hidupnya, hanya saja yang tidak boleh bebas memilih adalah “konsekuensi atas pilihan”-nya tersebut. Terhadap seseorang yang berpendapat bahwa “bakat itu tidak ada”, maka tidak perlu risau jika dirinya serta anak keturunannya kelak tidak punya bakat, atau ternyata punya bakat tetapi tidak berkembang, sebab ia tidak percaya bahwa bakat itu ada sehingga tidak merasa perlu untuk mengembangkannya.

Tanya: Ada yang berpendapat bahwa bakat itu tidak penting?

Jawab: Jangankan perihal tentang bakat; yang tidak percaya pada Tuhan saja masih ada (Atheis), yang tidak percaya pada “Gereja” juga masih ada, yang tidak percaya pada “Masjid” juga masih ada. Sehingga mereka berpendapat dan beranggapan bahwa keberadaan Tuhan, Gereja atau Masjid menjadi tidak penting, apalagi bakat. Sementara ada seseorang juga beranggapan dan berpendapat bahwa menghisap rokok itu penting, mabuk itu gagah, ke DUGEM itu menyenangkan. Itu semua bisa terjadi karena persepsi, keilmuan, kecerdasan, budaya, lingkungan dan prioritas hidup setiap orang itu berbeda-beda. Nah sekarang dipersilahkan bagi anda, bakat itu penting atau tidak penting? Bagi saya, mengenal bakat itu sangat mendasar dan sangat penting karena bisa menentukan sejak sekarang (agar lebih fokus dan lebih efektif) guna merancang masa depan anak-anak kita; kelak ia harus sekolah di jurusan IPA atau IPS; SMA atau SMK; Mata Pelajaran yang mana yang perlu diprioritaskan; ke Fakultas apa kelak ketika harus kuliah; bekerja dibidang apa, membuka usaha (bisnis) pada sektor apa, dan seterusnya. Singkat kata sukses harus direncanakan, “Succes by Design”.

Tanya: Apakah jika seseorang sudah merencanakan hidupnya maka pasti berhasil?

Jawab: Tergantung pada “Kualitas perencanaannya?”, keyakinannya, kedisplinannya, komitmennya, konsistensinya, dukungan keluarga dan dukungan lingkungannya serta daya juangnya.

Tanya: Apakah ada jaminan sukses?

Jawab: Jika sukses ada jaminannya, maka semua orang akan mudah meraih sukses tanpa perlu sekolah yang baik-baik, tidak perlu berpikir yang cerdas, tidak perlu bekerja yang keras dan tuntas, serta tidak perlu berdoa yang ikhlas. Ingatlah bahwa Sukses itu akibat dari suatu aktivitas yang kita lakukan, maka sukses wajib diikhtiarkan, wajib diperjuangkan, dan wajib diusahakan. “Sukses merupakan hasil kombinasi optimal antara bakat, minat dan cara hidup yang sehat. Dan puncak suskes adalah menjadi yang terbaik pada bidang keahliannya. (Teguh Sunaryo)”.

Tanya: Jika ingin menyekolahkan anak atau ikut kursus dimana ya?

Jawab: Pilihlah SEKOLAH atau LEMBAGA KURSUS yang terbukti peduli (care) pada pengembangan bakat dan minat untuk para siswanya.

Persembahan Manajemen DMI Indonesia

Yogyakarta, Rabu, 1 Maret 2017

Teguh Sunaryo DMI.

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI.

LINK: http://www.dmiindonesia.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s