Archive | March 2017

Menggugat Sekolah

Menggugat Sekolah ?

Bagi anda yang selama ini membanggakan ijazah atau gelar lewat lembaga pendidikan yang bernama sekolah atau anda yang selama ini minder karena tidak berkesempatan sekolah video di bawah ini layak untuk disimak/ dipertimbangkan dengan penuh bijaksana:

 

Wallahu a’lam bishawab.

Persembahan Manajemen DMI Indonesia

Yogyakarta, Senin, 13 Maret 2017

Teguh Sunaryo DMI.

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI.

LINK: http://www.dmiindonesia.com

Advertisements

Bakat saja tidaklah cukup !

DIALOG ANTARA TEMAN SEKANTOR

Tanya (Cewek): Mas, bagaimana menurutmu tentang hubungannya bakat dengan prestasi sekolah anak atau hubungannya bakat dengan prestasi kerja para orang dewasa?

Jawab (Cowok): Hidup kok mikiran bakat mbak! Hidup itu kalau ingin eksis ya berpikir tentang kerja keras, tekun dan profesional. Bakat aja gak bisa mendongkrak prestasi seseorang, baik prestasi sekolah maupun prestasi kerja.

Tanya: Tapi mengapa ya ada orang yang sudah kerja keras pergi pagi pulang malam masih hidup biasa saja; sudah tekun kerja bertahun-tahun kariernya mentok gak naik-naik; sudah profesional tapi tidak kunjung sejahtera?

Jawab: Ya memang ada, tetapi itu kan karena nasib!

Tanya: Jadi kamu untuk urusan prestasi seseorang itu lebih percaya kepada faktor nasib daripada faktor bakat?

Jawab: Iya mbak. Kalau mbak sendiri lebih percaya yang mana?

Tanya: Ini bukan sekedar percaya yang mana? Tetapi lebih kepada konsistensi cara berpikir mas. Jika disimpulkan pendapatmu itu seperti ini: Bahwa, untuk mengukir prestasi seseorang; kerja keras saja tidaklah cukup; tekun saja tidaklah cukup, profesiobal saja tidaklah cukup, maka masih bergantung kepada nasib begitu kan kesimpulannya?

Jawab: Iya mbak.

Tanya: Bagaimana caranya agar nasibnya baik mas? Sementara ia sudah kerja keras, sudah tekun, sudah profesional, kok ya belum punya prestasi sebagaiamana yang dicita-citakan?

Jawab: Ya ditambah dengan berdoa pada Tuhan.

Tanya: Jika sudah berdoa maka akan sukses mas? Kamu sudah rajin berdoa mas dan kamu sudah merasa sukses?

Jawab: Iya. Kamu kok tanya terus sih mbak?

Cewek: Menurut saya sih, hidup itu kompleks dan teramat banyak variabel atau faktor yang dapat mempengaruhinya, maka satu faktor saja dalam mengupayakan sukses atau meraih prestasi itu tidaklah cukup. Maka kerja keras saja tidaklah cukup, tekun saja tidaklah cukup, profesional saja tidaklah cukup, berdoa saja tidaklah cukup karena seseorang wajib berusaha, dan dalam berusaha itu maka ia harus fokus agar energinya tidak banyak terbuang untuk urusan yang tidak ada hubungannya dengan target prestasi yang bakal diraihnya. Dan cara terbaik dan optimal untuk menjadikan seseorang itu dapat meraih prestasiya itu maka ia harus fokus pada bakat unggulnya saja. Memang bakat saja tidaklah cukup, tetapi jika seseorang tidak fokus, maka ia akan tidak efektif dan tidak efisien dalam mewujudkan cita-citanya.

Cowok: Benar juga ya. Jadi untuk meraih sukses itu seseorang harus kerja keras, tekun, profesional, berdoa dan kerja cerdas dengan cara lebih fokus terhadap bakat dan minat yang dia miliki, gitu ya mbak?

Cewek: OK mas bro.

Wallahu a’lam bishawab.

Persembahan Manajemen DMI Indonesia

Yogyakarta, Senin, 13 Maret 2017

Teguh Sunaryo DMI.

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI.

LINK: http://www.dmiindonesia.com

 

Bakat VS Kerja Keras

DIALOG SUAMI DAN ISTRI TENTANG ANAKNYA YANG MASIH SEKOLAH:

Tanya (Ibu): Bagi saya bakat itu tidaklah penting, yang terpenting adalah kerja keras. Tidak ada orang sukses yang tidak bekerja dengan keras. Bukankah begitu pak?

Jawab (Bapak): Bagi saya kerja keras itu tidak penting, karena terlalu banyak orang gagal yang hanya mengandalkan otot saja. Yang terpenting adalah kerja cerdas. Buktinya para pekerja kasar merupakan pekerja keras semua, tetapi mereka tidak sukses juga. Sementara para majikan mereka para pekerja cerdas yang mengandalkan ilmu dan pengetahuan, teknologi, taktik dan strategi.

Tanya: Tetapi tidak semua pekerka cerdas itu sukses juga kan pak?

Jawab: Demikian pula tidak semua pekerja keras juga sukses semuanya kan bu? Bekerja dengan cerdas saja belum tentu sukses, apalagi bekerja keras hanya dengan otot semata bu?

Tanya: Lantas yang benar itu bagaimana pak?

Jawab: Yang benar, ya semua upaya meski dilakukan bu.

Tanya: Nanti tidak fokus dan tanpa arah pak?

Jawab: Kalau ingin fokus ya cuma ada dua pilihan bu; Pertama: Mantapkan pilihan cita-citanya pada bidang apa dan mau jadi apa? Atau yang Kedua: Dikenali potensi dirinya, kemudian ditekuni dan dikembangkan secara fokus sesuai potensi yang dimilikinya itu bu.

Tanya: Kalau berdasarkan cita-cita, biasanya masih sering berubah-ubah pak? Mudah dipengaruhi temannya atau lingkungannya.

Jawab: Jika tidak cocok dengan pilihan pertama ya gunakan pihan yang kedua bu.

Tanya: Berarti menggunakan cara mengenali potensi dirinya pak? Caranya bagaimana pak?

Jawab: Caranya ada tiga macam bu, yakni dengan: (1) METODA EKSPLORASI, dengan cara coba-coba, learning by doing, experiences, mengeksplorasi pengalaman. (2) METODA OBSERVASI, dengan diteliti dan dicermati, dan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu (angket psikologi, wawancara psikologi, psikotest). (3) METODA DETEKSI Fingerprint Test DMI, yakni dengan memindai kesepuluh sidikjari tangan kanan dan tangan kiri. Dan kita bebas mau pilih yang mana saja bu, yang penting masing-masing kita sudah kenal potensi bakat unggulnya.

Tanya: Kalau sudah kenal kemudian harus melakukan apa pak?

Jawab: Ya tetap melanjutkan sekolah, tapi memilih sekolahan atau lembaga kursus yang peduli (care) pada pengembangan bakat dan minat para siswanya. Serta memilih jurusan atau fakultas (kelak jika kuliah) yang sesuai dengan bakat dan minatnya itu.

Tanya: Insyaallah ke depan anak-anak bisa sukses ya pak.

Jawab: Insyaallah bu, tentu ditambah dengan doa kita semua. Ingat lho bu, sukses itu tidak mesti anak yang selalu juara kelas (pintar disemua matapelajaran atau menguasai semua bidang) atau kelak selalu banyak uangnya semata. Tetapi sukses merupakan kombinasi optimal antara bakat, minat dan cara hidup yang sehat. Dan puncak sukses adalah anak-anak mampu menjadi yang terbaik pada bidang keahliannya. Ia nyaman dalam bekerja, tidak mudah putus asa dan selalu semangat dalam melakukan pekerjaannya hingga tuntas dan memberi manfaat nyata pada orang-orang yang membutuhkannya. Semakin banyak orang-orang yang membutuhkan keahliannya maka semakin sukses ia menjalankan pengabdian hidupnya, sedangkan pengakuan dan harta akan datang mengikutinya.

Persembahan Manajemen DMI Indonesia

Yogyakarta, Rabu, 8 Maret 2017

Teguh Sunaryo DMI.

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI.

LINK: http://www.dmiindonesia.com