Bakat VS Kerja Keras

DIALOG SUAMI DAN ISTRI TENTANG ANAKNYA YANG MASIH SEKOLAH:

Tanya (Ibu): Bagi saya bakat itu tidaklah penting, yang terpenting adalah kerja keras. Tidak ada orang sukses yang tidak bekerja dengan keras. Bukankah begitu pak?

Jawab (Bapak): Bagi saya kerja keras itu tidak penting, karena terlalu banyak orang gagal yang hanya mengandalkan otot saja. Yang terpenting adalah kerja cerdas. Buktinya para pekerja kasar merupakan pekerja keras semua, tetapi mereka tidak sukses juga. Sementara para majikan mereka para pekerja cerdas yang mengandalkan ilmu dan pengetahuan, teknologi, taktik dan strategi.

Tanya: Tetapi tidak semua pekerka cerdas itu sukses juga kan pak?

Jawab: Demikian pula tidak semua pekerja keras juga sukses semuanya kan bu? Bekerja dengan cerdas saja belum tentu sukses, apalagi bekerja keras hanya dengan otot semata bu?

Tanya: Lantas yang benar itu bagaimana pak?

Jawab: Yang benar, ya semua upaya meski dilakukan bu.

Tanya: Nanti tidak fokus dan tanpa arah pak?

Jawab: Kalau ingin fokus ya cuma ada dua pilihan bu; Pertama: Mantapkan pilihan cita-citanya pada bidang apa dan mau jadi apa? Atau yang Kedua: Dikenali potensi dirinya, kemudian ditekuni dan dikembangkan secara fokus sesuai potensi yang dimilikinya itu bu.

Tanya: Kalau berdasarkan cita-cita, biasanya masih sering berubah-ubah pak? Mudah dipengaruhi temannya atau lingkungannya.

Jawab: Jika tidak cocok dengan pilihan pertama ya gunakan pihan yang kedua bu.

Tanya: Berarti menggunakan cara mengenali potensi dirinya pak? Caranya bagaimana pak?

Jawab: Caranya ada tiga macam bu, yakni dengan: (1) METODA EKSPLORASI, dengan cara coba-coba, learning by doing, experiences, mengeksplorasi pengalaman. (2) METODA OBSERVASI, dengan diteliti dan dicermati, dan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu (angket psikologi, wawancara psikologi, psikotest). (3) METODA DETEKSI Fingerprint Test DMI, yakni dengan memindai kesepuluh sidikjari tangan kanan dan tangan kiri. Dan kita bebas mau pilih yang mana saja bu, yang penting masing-masing kita sudah kenal potensi bakat unggulnya.

Tanya: Kalau sudah kenal kemudian harus melakukan apa pak?

Jawab: Ya tetap melanjutkan sekolah, tapi memilih sekolahan atau lembaga kursus yang peduli (care) pada pengembangan bakat dan minat para siswanya. Serta memilih jurusan atau fakultas (kelak jika kuliah) yang sesuai dengan bakat dan minatnya itu.

Tanya: Insyaallah ke depan anak-anak bisa sukses ya pak.

Jawab: Insyaallah bu, tentu ditambah dengan doa kita semua. Ingat lho bu, sukses itu tidak mesti anak yang selalu juara kelas (pintar disemua matapelajaran atau menguasai semua bidang) atau kelak selalu banyak uangnya semata. Tetapi sukses merupakan kombinasi optimal antara bakat, minat dan cara hidup yang sehat. Dan puncak sukses adalah anak-anak mampu menjadi yang terbaik pada bidang keahliannya. Ia nyaman dalam bekerja, tidak mudah putus asa dan selalu semangat dalam melakukan pekerjaannya hingga tuntas dan memberi manfaat nyata pada orang-orang yang membutuhkannya. Semakin banyak orang-orang yang membutuhkan keahliannya maka semakin sukses ia menjalankan pengabdian hidupnya, sedangkan pengakuan dan harta akan datang mengikutinya.

Persembahan Manajemen DMI Indonesia

Yogyakarta, Rabu, 8 Maret 2017

Teguh Sunaryo DMI.

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI.

LINK: http://www.dmiindonesia.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s