Bakat saja tidaklah cukup !

DIALOG ANTARA TEMAN SEKANTOR

Tanya (Cewek): Mas, bagaimana menurutmu tentang hubungannya bakat dengan prestasi sekolah anak atau hubungannya bakat dengan prestasi kerja para orang dewasa?

Jawab (Cowok): Hidup kok mikiran bakat mbak! Hidup itu kalau ingin eksis ya berpikir tentang kerja keras, tekun dan profesional. Bakat aja gak bisa mendongkrak prestasi seseorang, baik prestasi sekolah maupun prestasi kerja.

Tanya: Tapi mengapa ya ada orang yang sudah kerja keras pergi pagi pulang malam masih hidup biasa saja; sudah tekun kerja bertahun-tahun kariernya mentok gak naik-naik; sudah profesional tapi tidak kunjung sejahtera?

Jawab: Ya memang ada, tetapi itu kan karena nasib!

Tanya: Jadi kamu untuk urusan prestasi seseorang itu lebih percaya kepada faktor nasib daripada faktor bakat?

Jawab: Iya mbak. Kalau mbak sendiri lebih percaya yang mana?

Tanya: Ini bukan sekedar percaya yang mana? Tetapi lebih kepada konsistensi cara berpikir mas. Jika disimpulkan pendapatmu itu seperti ini: Bahwa, untuk mengukir prestasi seseorang; kerja keras saja tidaklah cukup; tekun saja tidaklah cukup, profesiobal saja tidaklah cukup, maka masih bergantung kepada nasib begitu kan kesimpulannya?

Jawab: Iya mbak.

Tanya: Bagaimana caranya agar nasibnya baik mas? Sementara ia sudah kerja keras, sudah tekun, sudah profesional, kok ya belum punya prestasi sebagaiamana yang dicita-citakan?

Jawab: Ya ditambah dengan berdoa pada Tuhan.

Tanya: Jika sudah berdoa maka akan sukses mas? Kamu sudah rajin berdoa mas dan kamu sudah merasa sukses?

Jawab: Iya. Kamu kok tanya terus sih mbak?

Cewek: Menurut saya sih, hidup itu kompleks dan teramat banyak variabel atau faktor yang dapat mempengaruhinya, maka satu faktor saja dalam mengupayakan sukses atau meraih prestasi itu tidaklah cukup. Maka kerja keras saja tidaklah cukup, tekun saja tidaklah cukup, profesional saja tidaklah cukup, berdoa saja tidaklah cukup karena seseorang wajib berusaha, dan dalam berusaha itu maka ia harus fokus agar energinya tidak banyak terbuang untuk urusan yang tidak ada hubungannya dengan target prestasi yang bakal diraihnya. Dan cara terbaik dan optimal untuk menjadikan seseorang itu dapat meraih prestasiya itu maka ia harus fokus pada bakat unggulnya saja. Memang bakat saja tidaklah cukup, tetapi jika seseorang tidak fokus, maka ia akan tidak efektif dan tidak efisien dalam mewujudkan cita-citanya.

Cowok: Benar juga ya. Jadi untuk meraih sukses itu seseorang harus kerja keras, tekun, profesional, berdoa dan kerja cerdas dengan cara lebih fokus terhadap bakat dan minat yang dia miliki, gitu ya mbak?

Cewek: OK mas bro.

Wallahu a’lam bishawab.

Persembahan Manajemen DMI Indonesia

Yogyakarta, Senin, 13 Maret 2017

Teguh Sunaryo DMI.

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI.

LINK: http://www.dmiindonesia.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s