REFERENSI DAN SEJARAH FINGERPRINT TEST DMI

Akhir-akhir ini di dunia telah ditemukan sebuah metode untuk mengetahui potensi dan keberbakatan yang bersifat genetik melalui Tes Sidik Jari, hal tersebut didasarkan atas penemuan spektakuler dari studi Fingerprint Pattern atau teori ilmu dermatoglyphics yaitu ilmu yang membahas pembentukan pola sidik jari ilmu ini sudah berkembang lebih dari 200 tahun, hanya masing-masing penelitian berdiri sendiri. Misalnya penelitian di kalangan antropolog ditekankan pada studi antropologi, kedokteran dari sudut medis, dan kepolisian dari sudut forensik.

Penelitian berkembang sejalan dengan ilmu neuroscience dan psikologi modern. Perkembangan teknologi komputer sangat mendukung dan memunculkan software aplikasi untuk mengindentifikasi sidik jari dengan akurasi tinggi.

Struktur sidik jari terdiri dari garis-garis yang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian. Garis-garis pada sidik jari membentuk suatu pola yang disebut fingerprint pattern. Pola sidik jari terbentuk secara genetik sejak embrio dalam janin pada usia 13 minggu.

Pembentukan pola sidik jari ini dipengaruhi oleh kerja sistem syaraf (neuron) ke bagian otak. Dalam pola-pola sidik jari yang bersifat permanen ini, terekam kerja sistem neuron fungsi-fungsi bagian otak dan kaitannya dengan dominasi Brain Hemisphere, Cerebral Lobes dan Triune Brain (Teori Evolusi Otak).

Pengidentifikasian, pengklasifikasian dan perhitungan garis-garis epidermal diharapkan akan memberikan interpretasi psikologi mengenai motivasi, kepribadian dan bakat seseorang yang bersifat genetik.

Penelitian Sidik Jari menjadi terbuka ketika melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh Roger W.Sperry, pemenang Nobel tahun 1981, menemukan tentang “ functional specialization of the cerebral hemisphere”. Otak kanan berhubungan dengan tangan kiri dan Otak kiri berhubungan dengan tangan kanan. Otak kanan dan kiri juga memiliki fungsi berbeda. Otak kiri memiliki kecenderungan yang mengarah pada keteraturan, menyukai hal–hal yang realistis, logika dan berkaitan dengan kemampuan pemahaman dalam membaca data statistik. Sedangkan Otak kanan lebih berkaitan dengan Abstraksi dan Emosi.

Penemuan berikutnya dilakukan Dr Rita Levi Montalcini (peraih Nobel Prize, bidang neurologi, 2003) dan Dr Stanley Cohen dimana mereka menemukan adanya korelasi antara NGF ( Nerve Growth Factor ) dan EGF ( Epidermal Growth Factor ). Korelasi antara NGF dan EGF adalah :

  • Fingerprint pada ibu jari berkorelasi dengan bagian otak Prefrontal.
  • Fingerprint pada Telunjuk berkorelasi dengan bagian otak Frontal.
  • Fingerprint pada Jari Tengah berkorelasi dengan bagian otak Parietal.
  • Fingerprint pada Jari Manis berhubungan dengan bagian otak Temporal.
  • Fingeprint pada Jari Kelingking berhubungan dengan bagian otak Occipital.

Penelitian mengenai sidik jari dilanjutkan dengan melibatkan psikolog dan peneliti bidang ilmu sosial. Pengumpulan guratan sidik jari yang sama dan hasil tes yang memiliki korelasi kuat di jadikan dasar untuk menilai karakter bawaan individu.

Hal tersebut diataslah sebenarnya yang mendasari munculnya metode deteksi bakat Fingerprint dimana dengan kemajuan Tehnologi serta kerja bareng dari masing-masing disiplin ilmu (biologi, kedokteran, anthropologi, psikologi, teknologi ilmu komputer) bisa memunculkan sebuah alat ukur ini.

SEJARAH FINGERPRINT :

JOHN EVANGELIST PURKINJI: 1823
Seorang professor anatomi dari Unversitas Bresiau, mempublikasikan tesis-nya mengenai klasifikasi pola sidik jari
SIR FRANCIS GALTON ; 1892
Seorang Antropolog dari Bristish dan sepupu dari Charles Darwin, mempublikasikan sebuah buku yang berjudul “Fingerprints; Establishing Individuality and Permanence of Fingerprints”. Dalam buku ini memamaprkan tentang system klasifikasi pertama dalam sidik jari.
HAROLD CUMMINS, MD.aka; 1926
BAPAK DERMATOGLYPHICS dan C. MIDLO, MD, mempelajari dan meneliti semua aspek analisis mengenai sidik jari, dari antropologi ke genetika, dan perspektif embriologi. Pada tahun 1943, mempublikasikan buku “Fingerprints, Palms and Soles; Kitab suci ilmu Dermatoglyphics.”
Dr. JULIUS SPIER; 1944
Seorang Psycho-Analytic Chirologist mempublikasikan “The Hand of Children”. Dia mendapatkan beberapa penemuan yang signifikan, terutama pada area perkembangan psiko seksual dan diagnosis ketidakseimbangan dan adanya gangguan, melalui pola-pola yang ada di tangan.
SARAH HOLT; 1968
Melakukan penelitian “The Genetics of Dermal Ridge” , dipublikasikan pada tahun 1968. Berdasarkan penelitiannya ini ia menyimpulkan bahwa pola-pola dermatoglyphics di sidik jari dan di telapak tangan pada berbagai orang
SCHAUMANN DAN ALTER’S; 1976
Mempublikasikan “DERMATOGLYPHICS IN MEDICAL DISORDER”. Penelitian yang signifikan juga dilakukan untuk memahami indikasi-indikasi dermatoglyphics bagi penderita jantung bawaan, leukemia, kanker dan rubella embryopathy, Alzheimer dan Schizophrenia, dll. Penelitian dermatoglyphics ini diarahkan melalui penelitian genetic dan diagnosis dari kromosom yang cacat/lemah.
USSR, FORMER SOVIET UNION; 1970
Menggunakan ilmu dermatoglyphics untuk memilih kontestan yang akan mengikuti Olimpiade. 1980; Cina melakukan penelitan di bidang Dermatoglyphics dan perspektif genetika untuk mengetahui potensi manusia, kecerdasan dan bakat.
Dr. CHEN YI MOU, Ph.D; 1985
dari universitas Harvard melakukan penelitian Dermatoglyphics berdasarkan teori Multiple Intelligences dari Dr. Howard Gardner. Pertama kali penerapan dermatoglyphics dalam bidang pendidikan dan fisiologi otak.
Dr. STOWENS; 2000
Pimpinan Patologi RS. St. Luke di New York, mengklaim bahwa ia mampu mendiagnosis schizophrenia dan leukemia dengan tingkat akurasi mencapai 90%. Di Jerman; Dr. Alexander Rodenwald; melaporkan bahwa ia dapat menunjukkan dengan tepat beberapa abnormalitas bawaan dengan tingkat akurasi mencapai 90%.
IBMBS-INTERNATIONAL BEHAVIORAL AND MEDICAL BIOMETRICS SOCIETY
telah mempublikasikan lebih dari 7000 laporan dan tesis.
Saat ini, Amerika, Jepang atau Cina dan Taiwan, telah mengaplikasikan dermatogliphics dalam bidang pendidikan, mengaharapkan untuk dapat memperbaiki kualitas pengajaran untuk mencapai efektifitas belajar dengan memahami gaya belajar.
GENECODE INTERNATIONAL Sdn Bhd; 2007
Pertama kali mengenalkan tes Dermatoglyphics Multiple Intelligences di Malaysia dengan tujuan untuk menbantu kepada dunia pendidikan anak di Malaysia
PT. DMI INDONESIA; 2008
Pertama kali membawa tes Dermatoglyphics Multiple Intelligences di Indonesia dan menyebarluaskannya lewat kerjasama Network Primagama serta satu-satunya yang mendapatkan licence dan Hak Cipta dari Comecare Internasional Pte. Ltd Singapore pada tahun 2008 dan satu-satunya juga yang memiliki Hak Cipta dan Penggunaan Teknologi Tes Bakat Fingerprint Dari Kementerian Hukum dan HAM [Hak Cipta No: 043867 dan Hak Cipta No: 043868] dengan tujuan untuk memberikan sumbangsih kepada dunia pendidikan di Indonesia Lewat Pendampingan Belajar Secara Total di Lingkungan Lembaga Pendidikan Primagama, sudah lebih dari 100.000 orang yang merasakan manfaatnya dari Tes Fingerprint ini. DMI Indonesia juga mulai membantu perusahaan dengan pelatih professional, membantu individu dan organisasi untuk mengenal kekuatan mereka dan meningkatkan performansinya.  Sejak tahun 2015, antara Kantor Pusat Lembaga Tes Bakat Sidikjari DMI Indonesia dan Kantor Pusat Lembaga Bimbingan Belajar Primagama tidak lagi menjalin kerjasama. Sedangkan di beberapa Kantor Cabang Primagama masih menggunakan layanan produk Tes Bakat Sidikjari DMI. Hingga kini pengguna Tes Bakat DMI ini sudah mencapai angka lebih dari 400.000 orang Pada prinsipnya Fingerprint Test DMI Indonesia dapat digunakan oleh siapa saja di seluruh Indonesia. DMI hadir untuk Indonesia, untuk memetakan bakat anak Indonesia, bakat ayah-bunda Indonesia, bakat pelajar Indonesia, bakat pegawai Indonesia, bakat pengusaha Indonesia, bakat guru Indonesia dan bakat seluruh rakyat Indonesia. Kenal Bakat Sejak Dini Lebih Fokus Mewujudkan Prestasi.

Dipersembahkan oleh: PT. DMI INDONESIA

Lembaga Deteksi Bakat Sidikjari DMI (FINGERPRINT TEST DMI)

Head Office:

Graha Pogung Lor

Jl, Ringroad Utara No: 2-3, Lantai 1; Pogung Lor, Yogyakarta

Telp/Fax: 0274-625168

Telp/WA: Teguh: 085 643 383838/ Woro: 081 2278 5915/ Eko: 085 328 012345

…………………………………………………….

Sumber: https://dmiindonesia.wordpress.com/2018/02/27/referensi-dan-sejarah-fingerprint-test-dmi/

……………………………………………

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s