Archives

MULTIPLE INTELIGENCE: Belajar dari ‘Anak Nakal’ Bernama Zohri

MULTIPLE INTELIGENCE: Belajar dari ‘Anak Nakal’ Bernama Zohri

Oleh : Mohammad Azhar *

Pencapaian gemilang Lalu Muhammad Zohri di nomor 100 meter, Kejuaraan Dunia Lari U20 di Finlandia mengingatkan kita tentang beberapa hal penting yang mungkin perlu kita luruskan kembali. Tentang sekolah dan pengajaran.

Salah satu fakta menarik yang saya catat dari Zohri adalah orang bisa dengan mudah terkecoh menafsirkan talenta seperti Zohri, sebagai anak nakal di sekolah.

Padahal, remaja seperti Zohri tidaklah nakal. Ia hanya tidak dilahirkan ke dunia untuk duduk lama di ruang kelas, sambil menyimak guru mengajar. Sudah terlalu lama sistim pengajaran yang kita terapkan di sekolah, justru menjadi semacam penjara bagi talenta-talenta yang tidak biasa.

Bagaimana mungkin, seseorang bisa duduk tenang di sekolah sementara di bawah sana, dua kakinya selalu berontak ingin berlari?

Maka wajar jika Zohri sering bolos sekolah. Wajar pula jika nilai pelajarannya nol, seperti kata salah seorang rekan sekolahnya. Yang tidak wajar adalah, jika guru-guru sekolahnya menyerah menghadapi anak-anak seperti Zohri. Memvonisnya sebagai anak yang malas sekolah, supaya tidak repot mencari asal muasal kemalasannya.

Melihat fenomena yang demikian, kita memaklumi jika beberapa hari lalu Ibu Menteri Keuangan, Sri Mulyani sempat misuh-misuh melihat kinerja oknum guru yang sudah disejahterakan negara, tapi masih buruk kinerja mendidiknya.

Tapi, untungnya tidak semua guru demikian. Masih ada guru-guru seperti Ibu Rosidah, guru olahraga Zohri yang jeli melihat sisi lain kepribadiannya tersebut.

Oleh Ibu Rosidah, Zohri untuk pertama kalinya dipertemukan dengan dunianya. Ia dilatih dua pekan untuk mengikuti Kejurda atletik Remaja di Mataram tahun 2015. Dan benar saja, kalau kamu melatih citah berlari, ia akan segera mengantongi prestasi demi prestasi. Di debutnya itu, Zohri langsung memborong dua emas di nomor 100 meter dan 200 meter.

Zohri menjadi semacam eksperimentasi sukses tentang mengelola anak yang bermasalah dengan prestasi akademis. Mulai hari ini, para guru di sekolah yang menangani remaja nakal perlu mengeluarkan lebih banyak energi untuk mengetahui problematika individual anak didik.

Fenomena anak bolos sekolah, kini tidak boleh lagi ditafsirkan dalam batasan hitam putih. Sebab, pemicu bolos tidak selalu hitam putih. Ia bersifat kompleks. Bolos tidak selalu berarti nakal. Nilai jelek juga, tidak berarti anak itu pemalas.

Bolos bisa saja merepresentasikan teknik pemberontakan terselubung dari naluri dasar seorang peserta didik. Bolos ditempuh sebagai pelarian, karena sang anak gagal membaur dengan topik-topik yang memang tidak disenanginya. Tidak semua orang menyukai biologi, matematika, fisika atau kimia.

Waktu SMA, saya punya beberapa teman yang hobi musik. Ketika bersama gitar, mereka bisa berubah menjadi disiplin latihan, tekun belajar sekaligus kreatif mencipta. Tapi sekolah memaksa anak-anak dengan kecenderungan seperti ini menghabiskan banyak waktunya untuk belajar hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu mereka butuhkan.

Bagaimana mungkin seorang anak bisa bagus nilai biologinya, sementara di dalam kepalanya selalu terdengar lengkingan gitar Steve Vai?

Oya, sebagian kawan saya juga sangat menyukai sepak bola. Tapi, sistem pendidikan kita, memaksa mereka untuk menghabiskan berjam-jam dari masa produktif mereka untuk menekuni literatur-literatur yang jauh dari sepak bola.

Lalu, ketika Timnas U-19 Indonesia kemarin takluk dari Malaysia, kita kembali mengajukan pertanyaan klasik. Kenapa sih, dari 261 juta rakyat Indonesia, kita masih kesulitan mencari 11 pemain bola yang hebat?

Saya kira, salah satu jawabannya, karena tidak semua anak Indonesia yang berbakat main bola, berhasil menemukan sepak bola. Seperti halnya Zohri menemukan lari. (*)

* Warga NTB

#lalumuhammadzohri

#timnas

#sekolah

………………………………………..

Yogyakarta, Senin, 16 Juli 2018

Diunggah oleh:

Teguh Sunaryo DMI

[Direktur Lembaga Tes Bakat Sidikjari DMI]

Telp: 0822-4022-5454

WA: 085-643-383838

………………………………………..

Advertisements

JANGAN SOMBONG

JANGAN SOMBONG:

  1. Yang kaya saja tidak boleh sombog, apalagi yang miskin!
  2. Yang pintar saja tidak boleh sombong, apalagi yang bodoh!
  3. Yang shalat saja tidak boleh sombong, apalagi yang tidak shalat!
  4. Yang sukses saja tidak boleh sombong, apalagi yang gagal!
  5. Yang rajin saja tidak boleh sombong, apalagi yang malas!
  6. Yang jujur saja tidak boleh sombong, apalagi yang dusta!
  7. Yang sedekah saja tidak boleh sombong, apalagi yang bakhil!
  8. Yang membantu saja tidak boleh sombong, apalagi yang dibantu!
  9. Yang benar saja tidak boleh sombong, apalagi yang salah!
  10. Yang berkuasa saja tidak boleh sombong, apalagi yang tidak punya kekuasaan!

[QS. 31. Luqman: 18]: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”.

[QS. 40. Al Mu’min: 76]: “(Dikatakan kepada mereka): ‘Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong’“.

[QS. 104. Al Humazah: 1]: “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”.

[4681] “Siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, member karena Allah dan menahan (tidak memberi) karena Allah, maka dia telah menyempurnakan imannya” [HR. Abu Dawud]; (Sumber: Abu Dawud Sulaiman, “Ensiklopedi Hadits Sunan Abu Dawud”, Penerbit Almahira, Jakarta, Cetakan 1, Maret 2013, hal. 977).

Wallahu a’lam bishawab.

Ya Rabb, semoga renungan ini bermanfaat, Aamiin YRA.

…………………………………………………………………….

Yogyakarta, Rabu, 11 Juli 2018

Teguh Sunaryo DMI

[Penulis Buku The Power of Azan]

Telp: 0822-4022-5454

WA: 085-643-383838

…………………………………………………………………….

 

REFERENSI DAN SEJARAH FINGERPRINT TEST DMI

Akhir-akhir ini di dunia telah ditemukan sebuah metode untuk mengetahui potensi dan keberbakatan yang bersifat genetik melalui Tes Sidik Jari, hal tersebut didasarkan atas penemuan spektakuler dari studi Fingerprint Pattern atau teori ilmu dermatoglyphics yaitu ilmu yang membahas pembentukan pola sidik jari ilmu ini sudah berkembang lebih dari 200 tahun, hanya masing-masing penelitian berdiri sendiri. Misalnya penelitian di kalangan antropolog ditekankan pada studi antropologi, kedokteran dari sudut medis, dan kepolisian dari sudut forensik.

Penelitian berkembang sejalan dengan ilmu neuroscience dan psikologi modern. Perkembangan teknologi komputer sangat mendukung dan memunculkan software aplikasi untuk mengindentifikasi sidik jari dengan akurasi tinggi.

Struktur sidik jari terdiri dari garis-garis yang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian. Garis-garis pada sidik jari membentuk suatu pola yang disebut fingerprint pattern. Pola sidik jari terbentuk secara genetik sejak embrio dalam janin pada usia 13 minggu.

Pembentukan pola sidik jari ini dipengaruhi oleh kerja sistem syaraf (neuron) ke bagian otak. Dalam pola-pola sidik jari yang bersifat permanen ini, terekam kerja sistem neuron fungsi-fungsi bagian otak dan kaitannya dengan dominasi Brain Hemisphere, Cerebral Lobes dan Triune Brain (Teori Evolusi Otak).

Pengidentifikasian, pengklasifikasian dan perhitungan garis-garis epidermal diharapkan akan memberikan interpretasi psikologi mengenai motivasi, kepribadian dan bakat seseorang yang bersifat genetik.

Penelitian Sidik Jari menjadi terbuka ketika melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh Roger W.Sperry, pemenang Nobel tahun 1981, menemukan tentang “ functional specialization of the cerebral hemisphere”. Otak kanan berhubungan dengan tangan kiri dan Otak kiri berhubungan dengan tangan kanan. Otak kanan dan kiri juga memiliki fungsi berbeda. Otak kiri memiliki kecenderungan yang mengarah pada keteraturan, menyukai hal–hal yang realistis, logika dan berkaitan dengan kemampuan pemahaman dalam membaca data statistik. Sedangkan Otak kanan lebih berkaitan dengan Abstraksi dan Emosi.

Penemuan berikutnya dilakukan Dr Rita Levi Montalcini (peraih Nobel Prize, bidang neurologi, 2003) dan Dr Stanley Cohen dimana mereka menemukan adanya korelasi antara NGF ( Nerve Growth Factor ) dan EGF ( Epidermal Growth Factor ). Korelasi antara NGF dan EGF adalah :

  • Fingerprint pada ibu jari berkorelasi dengan bagian otak Prefrontal.
  • Fingerprint pada Telunjuk berkorelasi dengan bagian otak Frontal.
  • Fingerprint pada Jari Tengah berkorelasi dengan bagian otak Parietal.
  • Fingerprint pada Jari Manis berhubungan dengan bagian otak Temporal.
  • Fingeprint pada Jari Kelingking berhubungan dengan bagian otak Occipital.

Penelitian mengenai sidik jari dilanjutkan dengan melibatkan psikolog dan peneliti bidang ilmu sosial. Pengumpulan guratan sidik jari yang sama dan hasil tes yang memiliki korelasi kuat di jadikan dasar untuk menilai karakter bawaan individu.

Hal tersebut diataslah sebenarnya yang mendasari munculnya metode deteksi bakat Fingerprint dimana dengan kemajuan Tehnologi serta kerja bareng dari masing-masing disiplin ilmu (biologi, kedokteran, anthropologi, psikologi, teknologi ilmu komputer) bisa memunculkan sebuah alat ukur ini.

SEJARAH FINGERPRINT :

JOHN EVANGELIST PURKINJI: 1823
Seorang professor anatomi dari Unversitas Bresiau, mempublikasikan tesis-nya mengenai klasifikasi pola sidik jari
SIR FRANCIS GALTON ; 1892
Seorang Antropolog dari Bristish dan sepupu dari Charles Darwin, mempublikasikan sebuah buku yang berjudul “Fingerprints; Establishing Individuality and Permanence of Fingerprints”. Dalam buku ini memamaprkan tentang system klasifikasi pertama dalam sidik jari.
HAROLD CUMMINS, MD.aka; 1926
BAPAK DERMATOGLYPHICS dan C. MIDLO, MD, mempelajari dan meneliti semua aspek analisis mengenai sidik jari, dari antropologi ke genetika, dan perspektif embriologi. Pada tahun 1943, mempublikasikan buku “Fingerprints, Palms and Soles; Kitab suci ilmu Dermatoglyphics.”
Dr. JULIUS SPIER; 1944
Seorang Psycho-Analytic Chirologist mempublikasikan “The Hand of Children”. Dia mendapatkan beberapa penemuan yang signifikan, terutama pada area perkembangan psiko seksual dan diagnosis ketidakseimbangan dan adanya gangguan, melalui pola-pola yang ada di tangan.
SARAH HOLT; 1968
Melakukan penelitian “The Genetics of Dermal Ridge” , dipublikasikan pada tahun 1968. Berdasarkan penelitiannya ini ia menyimpulkan bahwa pola-pola dermatoglyphics di sidik jari dan di telapak tangan pada berbagai orang
SCHAUMANN DAN ALTER’S; 1976
Mempublikasikan “DERMATOGLYPHICS IN MEDICAL DISORDER”. Penelitian yang signifikan juga dilakukan untuk memahami indikasi-indikasi dermatoglyphics bagi penderita jantung bawaan, leukemia, kanker dan rubella embryopathy, Alzheimer dan Schizophrenia, dll. Penelitian dermatoglyphics ini diarahkan melalui penelitian genetic dan diagnosis dari kromosom yang cacat/lemah.
USSR, FORMER SOVIET UNION; 1970
Menggunakan ilmu dermatoglyphics untuk memilih kontestan yang akan mengikuti Olimpiade. 1980; Cina melakukan penelitan di bidang Dermatoglyphics dan perspektif genetika untuk mengetahui potensi manusia, kecerdasan dan bakat.
Dr. CHEN YI MOU, Ph.D; 1985
dari universitas Harvard melakukan penelitian Dermatoglyphics berdasarkan teori Multiple Intelligences dari Dr. Howard Gardner. Pertama kali penerapan dermatoglyphics dalam bidang pendidikan dan fisiologi otak.
Dr. STOWENS; 2000
Pimpinan Patologi RS. St. Luke di New York, mengklaim bahwa ia mampu mendiagnosis schizophrenia dan leukemia dengan tingkat akurasi mencapai 90%. Di Jerman; Dr. Alexander Rodenwald; melaporkan bahwa ia dapat menunjukkan dengan tepat beberapa abnormalitas bawaan dengan tingkat akurasi mencapai 90%.
IBMBS-INTERNATIONAL BEHAVIORAL AND MEDICAL BIOMETRICS SOCIETY
telah mempublikasikan lebih dari 7000 laporan dan tesis.
Saat ini, Amerika, Jepang atau Cina dan Taiwan, telah mengaplikasikan dermatogliphics dalam bidang pendidikan, mengaharapkan untuk dapat memperbaiki kualitas pengajaran untuk mencapai efektifitas belajar dengan memahami gaya belajar.
GENECODE INTERNATIONAL Sdn Bhd; 2007
Pertama kali mengenalkan tes Dermatoglyphics Multiple Intelligences di Malaysia dengan tujuan untuk menbantu kepada dunia pendidikan anak di Malaysia
PT. DMI INDONESIA; 2008
Pertama kali membawa tes Dermatoglyphics Multiple Intelligences di Indonesia dan menyebarluaskannya lewat kerjasama Network Primagama serta satu-satunya yang mendapatkan licence dan Hak Cipta dari Comecare Internasional Pte. Ltd Singapore pada tahun 2008 dan satu-satunya juga yang memiliki Hak Cipta dan Penggunaan Teknologi Tes Bakat Fingerprint Dari Kementerian Hukum dan HAM [Hak Cipta No: 043867 dan Hak Cipta No: 043868] dengan tujuan untuk memberikan sumbangsih kepada dunia pendidikan di Indonesia Lewat Pendampingan Belajar Secara Total di Lingkungan Lembaga Pendidikan Primagama, sudah lebih dari 100.000 orang yang merasakan manfaatnya dari Tes Fingerprint ini. DMI Indonesia juga mulai membantu perusahaan dengan pelatih professional, membantu individu dan organisasi untuk mengenal kekuatan mereka dan meningkatkan performansinya.  Sejak tahun 2015, antara Kantor Pusat Lembaga Tes Bakat Sidikjari DMI Indonesia dan Kantor Pusat Lembaga Bimbingan Belajar Primagama tidak lagi menjalin kerjasama. Sedangkan di beberapa Kantor Cabang Primagama masih menggunakan layanan produk Tes Bakat Sidikjari DMI. Hingga kini pengguna Tes Bakat DMI ini sudah mencapai angka lebih dari 400.000 orang Pada prinsipnya Fingerprint Test DMI Indonesia dapat digunakan oleh siapa saja di seluruh Indonesia. DMI hadir untuk Indonesia, untuk memetakan bakat anak Indonesia, bakat ayah-bunda Indonesia, bakat pelajar Indonesia, bakat pegawai Indonesia, bakat pengusaha Indonesia, bakat guru Indonesia dan bakat seluruh rakyat Indonesia. Kenal Bakat Sejak Dini Lebih Fokus Mewujudkan Prestasi.

Dipersembahkan oleh: PT. DMI INDONESIA

Lembaga Deteksi Bakat Sidikjari DMI (FINGERPRINT TEST DMI)

Head Office:

Graha Pogung Lor

Jl, Ringroad Utara No: 2-3, Lantai 1; Pogung Lor, Yogyakarta

Telp/Fax: 0274-625168

Telp/WA: Teguh: 085 643 383838/ Woro: 081 2278 5915/ Eko: 085 328 012345

…………………………………………………….

Sumber: https://dmiindonesia.wordpress.com/2018/02/27/referensi-dan-sejarah-fingerprint-test-dmi/

……………………………………………

RENUNGAN HATI: BILA HARI INI…

Mulailah dari yang kita sanggup:

  1. Bila hari ini belum dapat memberi kebahagiaan pada sesama, usahakan hari ini tidak menyakiti orang lain.
  2. Bila hari ini belum dapat melakukan amal sholeh, usahakan hari ini tidak melakukan dosa.
  3. Bila hari ini belum dapat berakhlak mulia, usahakan hari ini tidak menyimpan hati buruk pada sesama.
  4. Bila hari ini belum dapat menghargai orang lain, usahakan hari ini tidak memberi nilai berlebih pada diri sendiri.
  5. Bila hari ini belum dapat memberi manfaat, usahakan hari ini tidak memberi madhorot bagi sesama.
  6. Bila hari ini belum dapat menciptakan suasana yang menyenangkan bagi orang lain, usahakan hari ini tidak melakukan kemarahan dan kebencian pada sesama.
  7. Bila hari ini belum dapat mengingat kebaikan orang, usahakan hari ini dapat melupakan keburukan orang lain.
  8. Bila hari ini belum dapat beramal dengan ikhlas, usahakan hari ini dapat membebaskan diri dari pujian orang lain.

Makna kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita menurut kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita untuk banyak orang di sekitar daya jangkau kita. Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang, insyaallah kita benar- benar bernilai, Aamiin YRA.

Wallahu a’lam bishawab.

Semoga bermanfaat.

Yogyakarta, Rabu, 11 Oktober 2017

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI.

……………………………………………………

AKTUALISASI JIWA KEPEMIMPINAN MENUJU OPTIMALISASI KUALITAS ORGANISASI

Oleh: Teguh Sunaryo

Direktur Lembaga Deteksi Bakat Sidikjari DMI

(Disampaikan di Balikpapan, Ahad, 17 September 2017)

PENGANTAR UMUM

Manusia adalah makhluk individual sekaligus makhluk social. Sebagai makhluk individual ia memiliki cara berpikir dan cara bertindak yang berbeda antar sesama. Ia memiliki kemerdekaan dalam menentukan banyak hal untuk masa depannya termasuk dalam mempertahankan eksistensinya serta mengaktualisasikan gagasan, ide, harapan dan pemikirannya. Namun, ketika ia berada diantara sesama dalam suatu komunitasnya maka ia menjadi terikat oleh orang lain (dari pihak luar selain dirinya) yang juga memiliki keunikan terhadap banyak hal dibandingkan sesamanya.

Inilah pentingnya tema kepemimpinan yang tidak pernah habis untuk dibahas disepanjang zaman yang senantiasa terus berubah dan dinamis. Kepemimpinan dibutuhkan untuk mengelola diri sendiri, mengelola keluarga, rukun tetangga, suatu perusahaan atau lembaga yang dituntut professional serta mengelola Negara yang dapat menyejahterakan rakyatnya dan melindungi warganya dalam berinteraksi antara Negara.

Kepemimpinan adalah ilmu dan jiwa tentang bagaimana seseorang memimpin dirinya sendiri dan orang lain pada suatu tempat yang melahirkan suatu seni, ketrampilan dan keahlian dalam mengelola orang (anggotanya) dan pekerjaannya (aktivitasnya) untuk meraih dan mewujudkan suatu tujuan yang telah ditetapkan dalam visi dan misi suatu organisasi.

Dalam ilmu manajemen, kepemimpin termasuk bagian dari kajian bidang personalia, selain ada bidang lainnya seperti bidang keuangan, bidang produksi dan bidang marketing.

MENGELOLA MANUSIA

Organisasi adalah benda mati. Ia menjadi hidup jika di dalamnya ada makhluk hidup, yakni bernama manusia (Sumber Daya Manusia). Organisasi yang baik merupakan kumpulan orang-orang yang mayoritasnya adalah baik. Organisasi hebat pun merupakan kumpulan dari berbagai kinerja dari orang-orang yang mayoritasnya juga hebat-hebat. Namun, ibarat suatu orchestra dalam panggung music atau permainan sepakbola yang indah ditonton dan berkualitas permainannya, maka organisasi harus dikelola dengan cermat dan baik. Siapa melakukan apa, siapa mendelegasikan kepada siapa dan siapa memutuskan tentang apa, dan siapa dapat melakukan apa. Dalam mengelola sumber daya manusia ada cara klasik yang selalu bisa diaplikasikan dalam mengelola sumber daya manusia disepanjang masa yakni prinsip 5W1H (What, Why, Who, When, Were dan How). Dan ada tiga prioritas suatu organisasi dalam melakukan perbaikan kinerjanya, yakni pembenahan SDM, perbaikan system, dan pengadaan fasilitas yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Dalam mengelola SDM yang pertama-tama ditanamkan sebelum mengembangkan ketrampilannya adalah niatnya (sikap mentalnya). Setidak-tidaknya ada tiga niat yang perlu dijadikan prinsip hidup dan prinsip bekerja oleh para professional dimanapun berada, yakni: (1) Bekerja wajib dipersikan sebagai ungkapan rasa bersyukur kepada Tuhannya karena telah terlahir fitri dan telah dan sedang diberi nikmat sehat; (2) Menebarkan manfaat (service excellence) sekaligus meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi organisasi (efisience); saling tolong menolong dalam kebaikan (service excellence dan superteam) bukan saling tolong menolong dalam pelanggaran (3) Bersedia memelihara hubungan silaturahmi (memelihara relasi usaha dan kekompakan tim kerja).

MENGELOLA PEKERJAAN

Ada tiga pilar SDM yang dapat dikembangkan guna mengelola dan mengoptimalisakan pekerjaan (aktivitas) dalam suatu organisasi antara lain Attitude, skill, dan knowledge. Dalam menjalankan tugasnya setiap orang harus memiliki ketrampilan (skill) yang memadai dengan bidang tugas utamanya, harus memiliki sikap mental yang jujur, sportif, tanggungjawab, tekun dan tidak mudah menyerah (attitude) dalam menjalankan peran dan tugasnya, fungsi dan manfaatnya, serta memiliki pengetahuan yang luas (knowledge)  guna mengantisipasi perubahan lingkungan kerja, perubahan persaingan usaha serta perubahan zaman secara keseluruhan.

Dalam manajemen modern, suatu organisasi sudah memiliki job description (job-des) dan job specification (job-spec) untuk masing-masing person, tim dan pejabat yang jelas dan mudah dipahami oleh semua teamwork (semua anggotanya). Dalam menjalankan pekerjaannya setiap orang harus dapat bekerja ikhlas, keras, cerdas, dan tuntas.

EVALUASI TIM KERJA

Tentu pada periode tertentu (1 tahunan, 2 tahunan, 3, tahunan, 4 tahunan atau 5 tahunan) setiap organisasi mengadakan evaluasi dan atau mengadakan pemilihan pengurus baru. Jika dipandang baik maka bisa dilanjutkan dan jika dipandang tidak baik atau gagal maka bisa lakukan pergantian atau yang memilik hak memilih tidak memilih pengurus lama yang terbukti gagal tersebut. Dalam suatu organisasi, mutasi kerja atau peran serta pergantian pengurus adalah hal yang biasa, kecuali organisasi keluarga atau organisasi milik pribadi perseorangan.

Semoga bermanfaat dan selamat beraktifitas.

Yogyakarta, Kamis, 14 September 2017

Teguh Sunaryo

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI

…………………………………………………

Telp/WA: 085-643-383838 dan 0822-4022-5454.

Model Parenting DMI

#TesBakatSidikjariDMI.

Setiap orang tua (ayah-bunda) punya cara berpikir yang berbeda, kemauan yang berbeda, kemampuan yang berbeda dan keadaan yang berbeda. Karena itulah, setiap saat kita dihadapkan pada pilihan yang tidak sama dan cara pengambilan keputusan yang berbeda pula. Apapun perbedaan yang ada, tidak boleh melupakan niat dan manfaatnya, tidak boleh lupa cara memulainya dan tujuan akhirnya. #TesBakatSidikjariDMI.

Semoga kita bisa menjadi orangtua (ayah-bunda) yang realistis namun tetap bijaksana, yang sabar, tekun tetapi tetap kreatif jika dihadapkan pada keadaan yang tidak terduga. #TesBakatSidikjariDMI.

Pesan Ibu Elly Risman Untuk Ayah-Bunda

Pesan Ibu Elly Risman

Senior Psikolog UI, Konsultan Parenting Nasional

Inilah pesan untuk para Orangtua :

Kalau Anda dititipi anak Presiden, kira-kira bagaimana mengasuh dan menjaganya ?

Beranikah Anda membentaknya sekali saja ?

Pasti enggak, kan ?

Nah, yang sekarang menitip bukan Presiden, tapi yang jauh lebih berkuasa dari Presiden, yaitu Allah.

Beranikah Anda membentak, memarahi, mencubit, menyentil, bahkan memukul ?

Jika Anda pernah melakukannya, kira-kira nanti di hari akhir, apa yang Anda jawab ketika ditanya Pemiliknya ?

Jiwa anakmu lebih mahal dari susu termahal yang ditumpahkannya.

Jaga lisanmu, duhai orangtua.

Jangan pernah engkau memarahi anakmu hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia melakukan hal yang menurutmu salah.

Anakmu tidak tahu kalau apa yang ia lakukan adalah kesalahan.

Otaknya belum mempunyai konsep itu.

Jaga Jiwa Anakmu.

Lihatlah tatapan mata anakmu yang tidak berdosa itu ketika engkau marah-marah.

Ia diam dan mencoba mencerna apa yang engkau katakan.

Apakah ia mengerti ?

Mungkin iya, tapi cobalah perhatikan apa yang ia lakukan.

setelah engkau pukul dan engkau marahi.

Anakmu tetap memelukmu, masih ingin engkau belai.

Bukankah inilah tanda si anak memaafkanmu ?

Namun, jika engkau terus-menerus mengumbar kata-kata kasarmu kepadanya, otak anakmu akan merekamnya dan akhirnya, cadangan ‘maaf’ di otaknya hilang.

Apa yang akan terjadi selanjutnya, duhai orangtua ?

Anakmu akan tumbuh menjadi anak yang ‘ganas’ dan ia pun akan membencimu sedikit demi sedikit hingga tidak tahan hidup bersamamu.

Jiwa anak yang terluka itu akan mendendam.

Pernahkah engkau saksikan anak-anak yang ‘malas’ *merawat orangtuanya ketika tua ?

Jangan salahkan anak-anaknya.

Cobalah memahami apa yang sudah dilakukan oleh orangtua itu kepada anak-anaknya ketika mereka masih kecil.

Orangtua.., anakmu itu bukan kaset yang bisa kau rekam untuk kata-kata kasarmu.

Bersabarlah.

Jagalah kata-katamu agar anak hanya tahu bahwa ayah ibunya adalah contoh yang baik, yang bisa menahan amarahnya.

Duhai orangtua, engkau pasti kesal kalau anakmu nakal.

Tapi pernahkan engkau berpikir bahwa kenakalannya mungkin adalah efek rusaknya jiwa anakmu karena kesalahanmu…

Kau pukul & kau cubit anakmu hanya karena melakukan hal-hal sepele.

Kau hina dina anakmu hanya karena ia tidak mau melakukan hal-hal yang engkau perintahkan.

Cobalah duduk dan merenungi apa saja yang telah engkau lakukan kepada anakmu.

Apakah engkau lebih sayang pada susu paling mahal yang tertumpah?

Anakmu pasti menyadari dan tahu ketika kemarahan itu selalu hadir di depan matanya.

Jiwanya pun menjadi memerah bagai bara api.

Apa yang mungkin terjadi ketika jiwa anak sudah terusik ?

Anak tidak hormat pada orangtua.

Anak menjadi musuh orangtua.

Anak menjadi sumber kekesalan orangtua.

Anak tidak bermimpi hidup bersama dengan orangtua.

Hal-hal inikah yang engkau inginkan, duhai orangtua ?

Ingatlah, jiwa anakmu lebih mahal dari apa pun termahal yang ada di dunia

Jaga lisan dan perlakukanmu kepada anakmu.

……………………………………………………………………………..

Kenal BAKAT sejak DINI lebih FOKUS mewujudkan PRESTASI

……………………………………………………………………………..